RSS

Proposal Kewirausahaan

11 Jun

PROPOSAL
KEWIRAUSAHAAN
( USAHA bubuk kopi mantap )

DISUSUN OLEH :

KARDO RAJAGUKGUK@YAHOO.CO.ID

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2009

1. Latar belakang
Agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah tidak hanya bekerja sendiri Tetapi juga membuka luas bagi pihak swasta untuk berpartisifasi memenuhi permintaan akan kebutuhan pokok masyarakat yang makin meningkat.
Usaha adalah sesuatu bentuk yang dapat menghasilkan uang dan dapat meningkatkan taraf hidup seseorang untuk lebih baik.suatu badan usaha yang kita jalankan dapat menghasilkan laba, atau pendapatan yang semaksimal mungkin, kita menyelenggarakan usaha yang bermanfaat dan menguntungkandalam kesejahteraan hidup. Selain itu, dalam menjalankan usaha harus mengikuti hokum-hukum ekonomi yang rasional serta norma-norma kebiasaan dalam dunia usaha sehingga dapat membantupembangunan yang sedang dilaksakan oleh pemerintah.
2. Tujuan usaha
Kopi merupakan salah satu jenis tanaman yang hidup di Indonesia.Tanaman tersebut tumbuh didataran tinggi dengan udara yang dingin seperti halnya didaerah tempat saya tinggal banyak terdapat jenis kopi yang tumbuh disana mulai dari arabika sampai tugusari.Kopi mempunyai manfaat bagi manusia diantaranya adalah sebagai minuman berkhasiat bagi tubuh kita,selain itu digunakan juga sebagai campuran membuat makanan ataupun kue.Untuk itu diperlukan sebuah pengolahan untuk menjadikan kopi bermanfaat.
Tujuan kami melakukan bisinis ini adalah sebagai upaya kami untuk belajar berwirausaha,untuk mendapatkan hasil keuntungan yang bermafaat bagi kelangsungan hidup,selain itu juga untuk membuka lapangan pekerjaan yang baru. Usaha ini bertujuan juga agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,karena dengan usaha ini kita dapat memberi pekerjaan kepada orang-orang yang memang membutuhkan pekerjaan.selain dari mencari laba,usaha ini dapat memupuk rasa suatu kebanggaan tersendiri dari masyarakat daerah sidikalang khususnya, karena diberi oleh tuhan sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

3. Gambaran umum usaha
Bisnis pembutan bubuk kopi ini meliputi dari proses pengglingan kopi ,mengoven kopi,penggilingan menjadi bubuk serta mengemas bubuk tersebut dalam kemasan.

A. Deskripsi produk
1.Desain
Dalam bisnis ini yang paling utama adalah bahan baku berupa kopi setelah itu kita siapkan tempat untuk mesin penggiling,oven dan penjemuran kopi.supaya produk ini berjalan terus maka kita harus melakukan penimbunan bahan baku karena pohon kopi tidak bisa berbuah secara terus menerus tetapi hanya dapat berbuah dalam jangka satu tahun sekali.
2.Teknologi
Teknologi yang digunakan adalah teknologi sederhana yang tepat guna.
3.Keunikan
Keunikan produk ini adalah dari segi rasa karena rasa adalah segalanya. Rasa dari produk ini berbeda dengan yang lain karena bubuk asli tanpa campuran sama sekali.
4.Daya saing
Untuk meningkatkan daya saing dipasaran maka kami akan menawarkan bubuk kopi asli ini dengan menyatakan bahwa bubuk kopi ini tidak mengandung campuran-campuran sama sekali seperti dicampur dengan beras atau jagung.
B. Analisa pasar
1.Segmen pasar
Segmen pasar yang kami tuju adalah semua elemen pasar .Pasar yang ingin dicapai merupakan pasar tingkat daerah mulai dari ekonomi menegah kebawah ataupun menengah keatas.produk ini juga harus mengikuti tren pasar saat ini dengan cara membuat kemasaan produk yang menarik pembeli

2.Harga
Harga produk ini bersaing dengan yang lainnya dengan harga Rp 24.000 per kg atau Rp 6.000 untuk ¼ kg
3.Strategi pemasaran
Strategi pemasaran dilakukan dengan mendistribusikan produk tersebut keberbagai daerah terutama daerah dengan suhu udara dingin karena minuman kopi sangat cocok didaerah tersebut.selian itu perlu dipasang sebuah iklan dimedia masa seperti Koran dan radio supaya produk ini dikenal banyak orang.
C.Promosi
Kita kan melakukan berbagai macam cara untuk mempromosikan produk ini mulai dari memasokan kepada agen-agen,membuka toko sendiri didekat pabrik,mengiklankanya melalui media masa Koran dan radio

F.Kepemilikan usaha :
Kepemilikan usaha ini dilakukan dengan cara partnership yaitu bekerjasama dengan pihak lain.cara ini dinilai yang paling tepat karena dari segi modal akan menjadi lebih ringgan dan juga dari segi pendistribusian lebih mudah sebab kita sudah mempunyai kerjsama dengan berbagai pihak.

G.Analisis tempat
1.Lokasi
Lokasi untuk pabrik pembuatan bubuk berada didaerah yang jauh dari pemukian karena pabrik akan menghasilkan kebisingan yang tinggi selain itu kami memilih tempat didaerah pedesaan karena disamping dekat dengan bahan baku,harga tanah disana cukup murah. Lokasi untuk usaha ini berada di jln.Sisingamangaraja No 112,desa tiga baru kecamatan pegagan hilir kabupaten dairi, dan kami beri nama “KOPI BUBUK MANTAP SIDIKALANG”
2.Fasilitas
a.Keyamanan dalam pelayanan
b.Pekerja yang professional

H.Alat ,Peralatan dan perlengkapan
1.Jenis Alat
a.Wadah
b.Gunting
c.Karung
d.Tempat sampah
e.Dan lain-lain
2.Peralatan
a.Mesin penggiling
b.Oven kopi
3.Perlengkapan
a.Sepatu boot
b.Sarung tangan
c.Masker

I.Rencana keuangan
1.Biaya langsung :
a.Gedung pabrik Rp 10.000.000
b.Mesin penggiling RP 2.500.000
c.Oven kopi Rp 2.000.000
d.Perlengkapan lain Rp 700.000 +Jumlah Rp 15.200.000

2.Biaya tak langsung perbulan :

a.Bahan baku kopi untuk 1000 kg @1000 X 10.000 RP 10.000.000
b.Bahan Tambah Rp 1.000.000
c.Kemasan produk Rp 500.000 +Jumlah Rp 11.500.000

Total pengeluaran = biaya langsung + biaya tak langsung
= Rp 15.200.000 + Rp 11.500.000
= Rp 26.700.000

3.Biaya operasional tiap bulan:
a.Bahan baku Rp 10.000.000
b.Bahan Tambah Rp 1.000.000
c.Kemasan produk Rp 500.000
d.Listrik Rp 200.000
e.Penyusutan Rp 500.000
f.Operasi penjualan Rp 500.000
g.Gaji pegawai Rp 1.200.000 (untuk 2 orang perbulan ) +Jumlah Rp 13.900.000
Catatan : 1 kg kopi menjadi 0,7 kg bubuk kopi
Berarti untuk 1000 kg kopi menghasilkan 700 kg bubuk

Harga jual dipasar Rp 24.000

Maka laba kotor : 700 X 24.000
: Rp 16.800.000

Laba bersih : laba kotor – biaya operasional
: Rp.16.800.000 – Rp.13.900.000
: Rp 2.900.000

4. Bisnis rasio
Modal : laba
Rp.26.700.000 : RP 2.900.000
9,2 : 1

Jadi labanya 10,8 % dari modal maka dalam jangka 1 tahun modal telah kembali
I. Pengolahan Kopi Cara Basah (Fully Washed)
Tahapan pengolahan kopi cara basah dapat dilihat pada skema berikut :
Panen Pilih -> Pengupasan kulit kopi HS -> Sortasi Biji Kering -> Pengeringan -> Pencucian -> Fermentasi -> Pengupasan kulit buah merah -> Sortasi Buah -> Pengemasan dan penyimpanan
1. Pengupasan Kulit Buah Kopi
Pengupasan kulit buah dilakukan dengan menggunakan alat dan mesin pengupas kulit buah (pulper). Pulper dapat dipilih dari bahan dasar yang terbuat dari kayu atau metal. Air dialirkan kedalam silinder bersamaan dengan buah yang akan dikupas. Sebaiknya buah kopi dipisahkan atas dasar ukuran sebelum dikupas.
a. Fermentasi Kopi
1. Fermentasi umumnya dilakukan untuk pengolahan kopi Arabika, bertujuan untuk meluruhkan lapisan lendir yang ada dipermukaan kulit tanduk biji kopi. Selain itu, fermentasi mengurangi rasa pahit dan mendorong terbentuknya kesan “mild” pada citarasa seduhan kopi arabika.
2. Fermentasi ini dapat dilakukan secara basah dengan merendam biji kopi dalam genangan air, atau fermentasi cara kering dengan cara menyimpan biji kopi HS basah di dalam wadah plastik yang bersih dengan lubang penutup dibagian bawah atau dengan menumpuk biji kopi HS di dalam bak semen dan ditutup dengan karung goni.
3. Agar fermentasi berlangsung merata, pembalikan dilakukan minimal satu kali dalam sehari.
4. Lama fermentasi bervariasi tergantung pada jenis kopi, suhu, dan kelembaban lingkungan serta ketebalan tumpukan kopi di dalam bak. Akhir fermentasi ditandai dengan meluruhnya lapisan lendir yang menyelimuti kulit tanduk. Waktu fermentasi berkisar antara 12 sampai 36 jam.
b. Pencucian
• Pencucian bertujuan menghilangkan sisa lendir hasil fermentasi yang menempel di kulit tanduk.
• Untuk kapasitas kecil, pencucian dikerjakan secara manual di dalam bak atau ember, sedangkan kapasitas besar perlu dibantu mesin.
c. Pengeringan
1. Pengeringan bertujuan mengurangi kandungan air biji kopi HS dari 60 – 65 % menjadi maksimum 12,5 %. Pada kadar air ini, biji kopi HS relatif aman
2. Dikemas dalam karung dan disimpan dalam gudang pada kondisi lingkungan tropis.
3. Pengeringan dilakukan dengan cara penjemuran, mekanis, dan kombinasi keduanya.
4. Penjemuran merupakan cara yang paling mudah dan murah untuk pengeringan biji kopi. Penjemuran dapat dilakukan di atas para-para atau lantai jemur. Profil lantai jemur dibuat miring lebih kurang 5 – 7 o dengan sudut pertemuan di bagian tengah lantai.
5. Ketebalan hamparan biji kopi HS dalam penjemuran sebaiknya 6 – 10 cm lapisan biji. Pembalikan dilakukan setiap jam pada waktu kopi masih basah. Pada areal kopi Arabika, yang umumnya didataran tinggi, untuk mencapai kadar air 15 -17 %, waktu penjemuran dapat berlangsung 2 – 3 minggu.
6. Pengeringan mekanis dapat dilakukan jika cuaca tidak memungkinkan untuk melakukan penjemuran. Pengeringan dengan cara ini sebaiknya dilakukan secara berkelompok karena membutuhkan peralatan dan investasi yang cukup besar dan tenaga pelaksana yang terlatih. Dengan mengoperasikan pengering mekanis secara terus menerus siang dan malam dengan suhu 45 – 500 C, dibutuhkan waktu 72 jam untuk mencapai kadar air 12,5 %. Penggunaan suhu tinggi di atas 600 C untuk pengeringan kopi Arabika harus dihindari karena dapat merusak citarasanya. Sedangkan untuk kopi Robusta, biasanya diawali dengan suhu lebih tinggi, yaitu sampai 90 – 1000C dengan waktu 20 – 24 jam untuk mencapai kadar air maksimum 12,5 %, (pemanasan yang lebih singkat), karena jika terlalu lama maka warna permukaan biji kopi cenderung menjadi kecoklatan Untuk kopi Robusta dibutuhkan waktu 20-24 jam untuk mencapai kadar air 12,5 %.
7. Proses pengeringan kombinasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah penjemuran untuk menurunkan kadar air biji kopi sampai 20 – 25 %, dilanjutkan dengan tahap kedua, yaitu dengan menggunakan mesin pengering. Apabila biji kopi sudah dijemur terlebih dahulu hingga mencapai kadar air 20 – 25 %, maka untuk mencapai kadar air 12,5% diperlukan waktu pengeringan dengan mesin pengering selama 24 – 36 jam dengan suhu 45-50 0C.
d. Pengupasan kulit kopi HS
Pengupasan dimaksudkan untuk memisahkan biji kopi dari kulit tanduk yang menghasilkan biji kopi beras. Pengupasan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pengupas (huller). Sebelum dimasukkan ke mesin pengupas (huller), biji kopi hasil pengeringan didinginkan terlebih dahulu (tempering) selama minimum 24 jam.
2. Pengolahan Kopi Cara Semi Basah (Semi Washed Process)
Pengolahan secara semi basah saat ini banyak diterapkan oleh petani kopi arabika di NAD, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Cara pengolahan tersebut menghasilkan kopi dengan citarasa yang sangat khas, dan berbeda dengan kopi yang diolah secaara basah penuh (WP). Ciri khas kopi yang diolah secara semi-basah ini adalah berwarna gelap dengan fisik kopi agak melengkung. Kopi Arabika cara semi-basah biasanya memiliki tingkat keasaman lebih rendah dengan body lebih kuat dibanding dengan kopi olah basah penuh.
Proses cara semi-basah juga dapat diterapkan untuk kopi Robusta. Secara umum kopi yang diolah secara semi-basah mutunya sangat baik. Proses pengolahan secara semi-basah lebih singkat dibandingkan dengan pengolahan secara basah penuh. Untuk dapat menghasilkan biji kopi hasil olah semi-basah yang baik, maka harus mengikuti prosedur pengolahan yang tepat, yaitu seperti pada gambar berikut :
Panen Pilih -> Sortasi Buah -> Pengupasan kulit buah merah -> Fermentasi + pencucian lendir -> Penjemuran 1-2 hari, KA ± 40 % -> Pengupasan kulit cangkang -> Penjemuran biji sampai KA 11 – 13 % -> Sortasi dan pengemasan -> Penyimpanan dan penggudangan
a. Pengupasan kulit buah
1. Proses pengupasan kulit buah (pulp) sama dengan pada cara basah-penuh. Untuk dapat dikupas dengan baik, buah kopi harus tepat masak (merah) dan dilakukan sortasi buah sebelum dikupas, yaitu secara manual dan menggunakan air untuk memisahkan buah yang diserang hama.
2. Pengupasan dapan menggunakan pulper dari kayu atau metal. Jarak silinder dengan silinder pengupas perlu diatur agar diperoleh hasil kupasan yang baik (utuh, campuran kulit minuman) beberapa tipe pulper memerlukan air untuk membantu proses pengupasan
3. Biji HS dibersihkan dari kotoran kulit dan lainnya sebelum difermentasi.

b. Fermentasi dan Pencucian
1. Untuk memudahkan proses pencucian, biji kopi HS perlu difermentasi selama semalam atau lebih. Apabila digunakan alat-mesin pencuci lendir, proses fermentasi dapat dilalui.
2. Proses fermentasi dilakukan secara kering dalam wadah karung plastik atau tempat dari plastik yang bersih.
3. Setelah difermentasi semalam kopi HS dicuci secara manual atau menggunakan mesin pencuci (washer).
c. Pengeringan awal
• Pengeringan awal dimaksudkan untuk mencapai kondisi tingkat kekeringan tertentu dari bagian kulit tanduk/cangkang agar mudah dikupas walaupun kondisi biji masih relatif basah.
• Proses pengeringan dapat dilakukan dengan penjemuran selama 1-2 hari sampai kadar air mencapai sekitar ± 40 %, dengan tebal lapisan kopi kurang dari 3 cm (biasanya hanya satu lapis) dengan alas dari terpal atau lantai semen.
• Biji kopi dibalik-balik setiap ± 1 jam agar tingkat kekeringannya seragam.
• Jaga kebersihan kopi selama pengeringan.
d. Pengupasan kulit tanduk/cangkang
Pengupasan kulit tanduk/cangkang pada kondisi biji kopi masih relatif basah dapat dilakukan dengan menggunakan huller yang didisain khusus untuk proses tersebut. Agar kulit dapat dikupas maka kondisi kulit harus cukup kering walaupun kondisi biji yang ada didalamnya masih basah:
1. Pastikan kondisi huller bersih, berfungsi normal dan bebas dari bahan-bahan yang dapat mengkonyimasi kopi sebelum digunakan
2. Lakukan pengupasan sesaat setelah pengeringan/penjemuran awal kopi HS. Apabila sudah bermalam sebelum dikupas kopi HS harus dijemur lagi sesaat sampai kulip cukup kering kembali
3. Atur aturan huller dan aliran bahan kopi agar diperoleh proses pengupasan yang optimum. Sejumlah tertentu porsi kulit masih terikut bersama biji kopi labu yang keluar dari lubang keluaran biji. Hal tersebut tidak begitu masalah, karna porsi kulit tersebut mudah dipisahkan dengan tiupan udara (aspirasi) setalah kopi dikeringkan
4. Biji kopi labu yang keluar harus segera dikeringkan, hindari penyimpanan biji kopi yang masih basah karena akan terserang jamur yang dapat merusak biji kopi baik secara fisik atau citarasa, serta dapat terkontiminasi oleh mikotoksin (okhtratoksin A, aflatoksin dll)
5. Bersihkan huller setelah digunakan, agar sisa-sisa kopi dan kulit yang masih basah tidak tertinggal dan berjamur di dalam mesin.
e. Pengeringan biji kopi labu
1. Keringkan biji kopi labu hasil pengupasan dengan penjemuran atau menggunakan mesin pengering mekanis
2. Aturan tebal hamparan biji kopi kurang dari 5 cm, gunakan alas pelastik atau terpal atau latai semen. Hindari penjemuran langsung diatas permukaan tanah.
3. Balik-balik massa kopi agar proses pengeringan seragam dan lebih cepat.
4. Tuntaskan proses pengeringan sampai dicapai kadar air biji 11-12% biasanya diperlukan waktu 3-5 hari dalam kondisi normal
5. Hindari penyimpanan biji kopi yang belum kering dalam waktu yang lebih dari 12 jam, karena akan rusak akibat dari serangan jamur.
F. Sortasi Kopi Beras
• Sortasi dilakukan untuk memisahkan biji kopi dari kotoran-kotoran non kopi seperti serpihan daun, kayu atau kulit kopi.
• Biji kopi beras juga harus disortasi secara fisik atas dasar ukuran dan cacat biji. Sortasi ukuran dapat dilakukan dengan ayakan mekanis maupun dengan manual.
• Pisahkan biji-biji kopi cacat agar diperoleh massa biji dengan nilai cacat sesuai dengan ketentuan SNI 01-2907-1999
G. Pengemasan dan Penggudangan
1. Kemas biji kopi dengan menggunakan karung yang bersih dan baik, serta diberi label sesuai dengan ketentuan SNI 01-2907-1999. Simpan tumpukan kopi dalam gudang yang bersih, bebas dari bau asing dan kontaminasi lainnya
2. Karung diberi label yang menunjukkan jenis mutu dan identitas produsen. Cat untuk label menggunakan pelarut non minyak.
3. Gunakan karung yang bersih dan jauhkan dari bau-bau asing
4. Atur tumpukan karung kopi diatas landasan kayu dan beri batas dengan dinding
5. Monitor kondisi biji selama disimpan terhadap kondisi kadar airnya, keamanan terhadap organisme gangguan (tikus, serangga, jamur, dll) dan faktor-faktor lain yang dapat merusak kopi
6. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penggudangan adalah: kadar air, kelembaban relatif dan kebersihan gudang.
7. Kelembaban ruangan gudang sebaiknya 70 %.

About these ads
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Juni 2010 in Tak Berkategori

 

2 responses to “Proposal Kewirausahaan

  1. agriculture world

    3 September 2011 at 5:38 pm

    thanks.. great entry. useful about proposal kewirausahaan

     
    • Kardo Rajagukguk

      15 Maret 2012 at 10:27 pm

      trimakasih sudah membaca blog saya gan..semoga tulisan saya bisa membantu anda..

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: