RSS

Pengumuman Peserta PIMNAS XXIV 2011

Pengumuman Peserta Yang LUlus ke PIMNAS XXIV 2011 dapat dilihat disini

http://dikti.kemdiknas.go.id./index.php?option=com_content&view=article&id=2231:undangan-peserta-pimnas-xxiv-tahun-2011&catid=68:berita-pengumuman&Itemid=160

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Juli 2011 in Tak Berkategori

 

Geometris Mesin Bubut

Bingung mau nyari tentang tugas,,,,apalagi tentang Geometris mesin bubut?

ga usah bingung klik disini…

silahkan download Slide Ms. Power Point nya disini

semoga bermanfaat…

jangan lupa mengucapkan terima kasih,,,semakin banyak anda mengucapkan terima kasih maka degan sendrinya blog ini akan lebih berkembang lagi,,,

thanks,,,semoga bermanfaat…..salam kardorajagukguk

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Mei 2011 in Tak Berkategori

 

RPP Sistem Pendingin Teknik Sepeda Motor

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Sekolah                 :  SMK-TI JAYA KRAMA BERINGIN

Kompetensi Keahlian  :  KENDARAAN RINGAN

Mata Pelajaran               :  SKK5D

Kelas/semester              :  XI / III

Pertemuan ke                 : 1-2

Alokasi Waktu                : 4 Jam x 45 Menit ( 2 jam per pertemuan)

Standard Kompetensi :       Melakukan Overhaul Sistem Pendingin dan Komponen-

komponennya

Kompetensi Dasar       : I.    Memelihara/ servis pendingin dan komponen-

komponennya

Indikator                     : I.1. Pemeliharaan/ servis sistem pendingin dan komponen-

komponennya

I. Tujuan Pembelajaran

Pertemuan 1

A. Peserta didik dapat menjelaskan tentang prinsip kerja sistem pendingin.

B. Peserta didik dapat menjelaskan tentang tipe-tipe cairan pendingin dan

penggunaannya.

C. Peserta didik dapat menjelaskan penggunaan cairan anti karat.

Pertemuan 2

A. Peserta didik dapat menjelaskan tentang prosedur pemeliharaan servis

pendingin.

B. Peserta didik dapat menjelaskan tentang persyaratan keamanan peralatan.

C. Peserta didik dapat menjelaskan tentang keamanan kendaraan.

II. Materi Ajar

Pertemuan 1:

  1. Prinsip Kerja Sistem Pendingin
  2. Tipe-tipe Cairan Pendingin dan Penggunaannya
  3. Pencegah karat

Pertemuan 2

A. Prosedur Pemeliharaan/Servis Pendingin

B. Persyaratan keamanan peralatan

C. Prasyarat keamanan kendaraan

III. Metode Pembelajaran

  1. Diskusi kelompok
  2. Ceramah
  3. Presentasi
  4. Penugasan/pembuatan laporan
  5. Praktik

IV. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1

  1. Kegiatan awal (20 menit)

1)        Mengabsensi siswa

2)        Merapikan dan memeriksa kebersihan kelas

3)        Mendengarkan penjelasan topic dan manfaat kompetensi yang akan dipelajari, guna mengkondisikan dan memotivasi peserta didik untuk belajar.

4)        Peserta didik memperhatikan penjelasan tentang strategi pembelajaran serta cara penilaian yang akan dilakukan terkait dengan kompetensi yang akan dipelajari.

B.  Kegiatan inti (60 menit)

1)        Guru menjelaskan dan mencatatkan materi tentang prinsip kerja sistem pendingin.

2)        Guru menjelaskan dan mencatatkan materi tipe-tipe cairan pendingin dan penggunaannya.

3)        Guru menjelaskan dan mencatatkan materi tentang pencegah karat pada sistem pendingin.

4)        Membagi kelompok praktik.

5)        Melaksanakan kegiatan praktik di bengkel.

C.  Kegiatan akhir (10 menit)

1)        Post test tentang materi sistem pendingin.

2)        Peserta didik mendengarkan penjelasan guru tentang sistem pendingin.

3)        Guru menyampaikan materi untuk minggu selanjutnya.

Pertemuan 2

  1. Kegiatan awal (20 menit)

1)        Mengabsensi siswa

2)        Merapikan dan memeriksa kebersihan kelas.

3)        Mendengarkan penjelasan topik dan manfaat kompetensi yang akan dipelajari, guna mengkondisikan dan memotivasi peserta didik untuk belajar.

4)        Peserta didik memperhatikan penjelasan tentang strategi pembelajaran serta cara penilaian yang akan dilakukan terkait dengan kompetensi yang akan dipelajari.

  1. Kegiatan inti (60 menit)

1)        Guru menjelaskan dan mencatatkan materi tentang prosedur pemeliharaan/servis pendingin.

2)        Guru menjelaskan dan mencatatkan materi tentang persyaratan keamanan peralatan.

3)        Guru menjelaskan dan mencatatkan materi tentang prasyarat keamanan kendaraan.

4)        Membagi kelompok praktik.

5)        Melaksanakan kegiatan praktik di bengkel.

  1. Kegiatan akhir (10 menit)

1)        Post test tentang materi sistem pendingin, prasyarat keamanan.

2)        Peserta didik mendengarkan penjelasan guru tentang sistem prosedur pemeliharaan sistem pendingin.

3)        Guru menyampaikan materi untuk kegiatan  minggu selanjutnya.

V. Alat dan Bahan

  1. Modul/bahan referensi
  2. Soal teori
  3. Lembar kerja/job sheet

VI. Penilaian

  1. Test teori (tertulis)
  2. Tugas rumah
  3. Diskusi kelompok, aspek  yang dinilai adalah kecakapan social meliputi kerjasama/ kerja tim, kemampuan berkomunikasi, kemampuan beradaptasi.
  4. Test praktik untuk melihat keterampilan dan sikap yang ditunjukkan saat melaksanakan praktik.

Beringin,    Juli 2010

Mengetahui

Ka. SMK JAYA KRAMA BERINGIN                                                                                                Guru Mata Pelajaran


Drs. Sariman, M.M Yareli ST. S.Pd

Calon Guru


Kardo Rajagukguk

NIM. 071255110047


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Sekolah                 :  SMK-TI JAYA KRAMA BERINGIN

Kompetensi Keahlian  :  KENDARAAN RINGAN

Mata Pelajaran               :  SKK5D

Kelas/semester              :  XI / III

Pertemuan ke                  : 3-6

Alokasi Waktu                 : 8 Jam x 45 Menit ( 2 jam per pertemuan)

Standard Kompetensi :           Melakukan Overhaul Sistem Pendingin dan

Komponen-  komponennya

Kompetensi Dasar       : I.        Memelihara/ servis pendingin dan komponen-

komponennya

Indikator                     : I.1.     Perbaikan sistem Pendingin diselesaikan tanpa

menyebabkan

kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya

  1. Tujuan Pembelajaran

Pertemuan 3:

  1. Peserta didik dapat menjelaskan tentang prinsip/ prosedur perbaikan dan pelepasan, penggantian komponen.
  2. Peserta didik dapat menjelaskan konstruksi dan kerja sistem pendingin.

Pertemuan 4:

  1. Peserta didik dapat menjelaskan tentang prosedur pengujian komponen sistem pendingin.
  2. Peserta didik dapat menjelaskan prasyarat perlengkapan keselamatan kerja.

Pertemuan 5:

  1. Peserta didik dapat menjelaskan prasyarat keamanan kendaraan.
  2. Peserta didik dapat mengidentifikasikan kerusakan sistem pendingin dan komponen-komponennya.

Pertemuan 6:

  1. Peserta didik dapat menjelaskan kerusakan sistem pendingin.
  2. Peserta didik dapat melaksanakan perbaiakan kerusakan pada sistem pendingin dan komponen-komponennya.
  1. II.          Materi Ajar

Pertemuan 3:

  1. Prosedur perbaiakan, pelepasan dan penggantian.
  2. Konstruksi dan kerja sistem pendingin.

Pertemuan 4:

  1. Prosedur pengujian komponen sistem pendingin.
  2. Prasyarat perlengkapan keselamatan kerja.

Pertemuan 5:

  1. Mengidentifikasikan kerusakan sistem pendingin dan komponen-komponennya.
  2. Prasyarat keamanan kendaraan.

Pertemuan 6:

  1. Melaksanakan perbaiakn kerusakan pada sistem pendingin dan komponen-komponennya.
  1. III.            Metode Pembelajaran

A. Ceramah

  1. Tanya jawab
  2. Diskusi
  3. Penugasan (PR)
  4. Praktik
  1. IV.            Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 3:

  1. Kegiatan awal (20 menit).

1)        Mengabsensi siswa

2)        Merapikan dan memeriksa kebersihan kelas

3)        Menyampaikan penjelasan topik dan manfaat kompetensi yang akan dipelajarai, guna mengkondisikan dan memotivasi peserta didik untuk belajar

4)        Peserta didik memperhatikan penjelasan tentang strategi pembelajaran serta cara penilaian yang akan dilakukan terkait dengan kompotensi yang akan dipelajari

  1. Kegiatan Inti (60 Menit)

1)        Guru menjelaskan dan mencatatkan materi tentang prosedur perbaikan, pelepasan dan penggantian

2)        Guru menjelaskan da mencatatkan materi tentang kontruksi dan kerja sistem pendingin

3)        Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang kurang paham

  1. Kegiatan Akhir (10 menit)

1)        Post test tentang materi pembelajaran

2)        Peserta didik memperhatikan penjelasan untuk pembahasan minggu depan

Pertemuan 4 :

  1. Kegiatan awal (20 menit).

1)        Mengabsensi siswa

2)        Merapikan dan memeriksa kebersihan kelas

3)        Pretest tentang materi pembelajaran

4)        Menyampaikan penjelasan topik dan manfaat kompetensi yang akan dipelajarai, guna mengkondisikan dan memotivasi peserta didik untuk belajar

  1. Kegiatan Inti (60 Menit)

1)        Guru menjelaskan dan mencatatkan materi tentang prosedur perbaikan, pengujian komponen sistem pendingin

2)        Guru menjelaskan dan mencatatkan materi tentang prasyarat perlengkapan keselamatan kerja

3)        Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang kurang paham

  1. Kegiatan Akhir ( 10 menit)

1)        Post test tentang materi pembelajaran

2)        Peserta didik memperhatikan penjelasan untuk pembahasan minggu depan

Pertemuan 5:

  1. Kegiatan awal (20 menit).

1)        Mengabsensi siswa

2)        Merapikan dan memeriksa kebersihan kelas

3)        Pretest tentang materi pembelajaran

4)        Peserta didik diingatkan tentang materi sebelumnya

  1. Kegiatan Inti (60 Menit)

1)      Peserta didik mendengarkan penjelasan tentang materi pembelajaran

2)      Peserta didik mendiskusikan materi pembelajaran

3)      Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang kurang paham

  1. Kegiatan Akhir ( 10 menit)

1)      Post test tentang materi pembelajaran

2)      Peserta didik memperhatikan penjelasan untuk pembahasan minggu depan

Pertemuan 6 :

  1. Kegiatan awal (20 menit).

1)      Mengabsensi siswa

2)      Merapikan dan memeriksa kebersihan kelas

3)      Peserta didik diingatkan tentang materi sebelumnya

4)      Pretest tentang materi pembelajaran

5)      Menyampaikan penjelasan topik dan manfaat kompetensi yang akan dipelajarai, guna mengkondisikan dan memotivasi peserta didik untuk belajar

  1. Kegiatan Inti (60 Menit)

1)      Guru menjelaskan dan mencatatkan materi tentang materi pembelajaran

2)      Guru menjelaskan dan mencatatkan materi tentang melaksanakan perbaikan pada sistem pendingin dan komponen-komponennya

3)      Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang kurang paham

  1. Kegiatan Akhir ( 10 menit)

1)      Post test tentang materi pembelajaran

2)      Peserta didik memperhatikan penjelasan untuk pembahasan minggu depan

V.   Alat dan Bahan

  1. Modul/bahan referensi
  2. Soal teori
  3. Lembar kerja/job sheet

VI. Penilaian

  1. Test teori (tertulis)
  2. Tugas rumah
  3. Diskusi kelompok, aspek  yang dinilai adalah kecakapan social meliputi kerjasama/ kerja tim, kemampuan berkomunikasi, kemampuan beradaptasi.
  4. Test praktik untuk melihat keterampilan dan sikap yang ditunjukkan saat melaksanakan praktik.

Beringin,    Juli 2010

Mengetahui

Ka. SMK JAYA KRAMA BERINGIN                                                                                   Guru Mata Pelajaran

 


Drs. Sariman, M.M Yareli ST. S.Pd

Calon Guru


Kardo Rajagukguk

NIM. 071255110047


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Sekolah             :  SMK-TI JAYA KRAMA BERINGIN

Kompetensi Keahlian  :  KENDARAAN RINGAN

Mata Pelajaran            :  SKK5D

Kelas/semester            :  XI / III

Pertemuan ke              : 7-9

Alokasi Waktu            : 6 Jam x 45 Menit ( 2 jam per pertemuan)

Standard Kompetensi :           Melakukan Overhaul Sistem Pendingin dan

Komponen – komponennya

Kompetensi Dasar       :    III.   Memelihara/ servis pendingin dan komponen-

komponennya

Indikator                     : III.1.   Overhaul sistem pendingin dilaksanakan tanpa

Menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau

sistem lainnya

  1. I.            Tujuan Pembelajaran

Pertemuan 7:

  1. Peserta didik dapat menjelaskan dan melakukan overhaul sistem pendingin
  2. Peserta didik dapat menjelaskan dan melakukan perbaikan pada sistem kerja pendingin

Pertemuan 8:

  1. Peserta didik dapat melaksanakan overhaul komponen sistem pendingin
  2. Peserta didik dapat melaksanakan prasyarat perlengkapan keselamatan kerja

Pertemuan 9:

  1. Peserta didik dapat mengidentifikasi kerusakan sistem pendingin dan komponen-komponennya
  2. Peserta didik dapat melakukan perbaikan kerusakan pada sistem pendingin dan komponen-komponennya
  1. II.            Materi Ajar

Pertemuan 7:

  1. Overhaul sistem pendingin
  2. Perbaikan kerja sistem pendingin.

Pertemuan 8:

  1. Overhaul komponen pendingin
  2. Prasyarat perlengkapan keselamatan kerja.

Pertemuan 9:

  1. Mengidentifikasikan kerusakan sistem pendingin dan komponen-komponennya.
  2. Perbaikan keruskan pada sistem pendingin dan komponen-komponennya
  1. III.            Metode Pembelajaran
  2. Ceramah
  3. Tanya jawab
  4. Diskusi
  5. Penugasan (PR)
  6. Praktik
  1. IV.            Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 7:

  1. Kegiatan awal (20 menit).

1)        Mengabsensi siswa

2)        Merapikan dan memeriksa kebersihan kelas

3)        Menyampaikan penjelasan topik dan manfaat kompetensi yang akan dipelajarai, guna mengkondisikan dan memotivasi peserta didik untuk belajar

4)        Peserta didik memperhatikan penjelasan tentang strategi pembelajaran serta cara penilaian yang akan dilakukan terkait dengan kompotensi yang akan dipelajari

5)        Pre test

  1. Kegiatan Inti (60 Menit)

1)        Guru menjelaskan dan mencatatkan materi tentang prinsip kerja sistem pendingin

2)        Guru menjelaskan da mencatatkan materi tentang perbaikan/ kerja sistem pendingin.

3)        Membagi kelompok praktik

  1. Kegiatan Akhir (10 menit)

1)        Post test tentang materi pembelajaran

2)        Peserta didik memperhatikan penjelasan untuk pembahasan minggu depan

Pertemuan 8 :

  1. Kegiatan awal (20 menit).

1)        Mengabsensi siswa

2)        Merapikan dan memeriksa kebersihan kelas

3)        Menyampaikan penjelasan topik dan manfaat kompetensi yang akan dipelajarai, guna mengkondisikan dan memotivasi peserta didik untuk belajar

4)        Pre test

  1. Kegiatan Inti (60 Menit)

1)        Guru menjelaskan topic pembelajaran yang akan dipraktikkan ke bengkel tentang overhaul komponen sistem pendingin

2)        Guru menjelaskan tentang K3 ( Kesehatan dan Keselamatan Kerja)

3)        Membagi kelompok untuk praktik

  1. Kegiatan Akhir ( 10 menit)

1)        Post test tentang materi pembelajaran

2)        Test Praktik

3)        Peserta didik memperhatikan penjelasan untuk pembelajaran minggu depan

Pertemuan 9:

  1. Kegiatan awal (20 menit).

1)        Mengabsensi siswa

2)        Merapikan dan memeriksa kebersihan kelas

3)        Menyampaikan penjelasan topik dan manfaat kompetensi yang akan dipelajarai, guna mengkondisikan dan memotivasi peserta didik untuk belajar

4)        Pretest tentang materi pembelajaran

5)        Peserta didik diingatkan tentang materi sebelumnya

  1. Kegiatan Inti (60 Menit)

1)        Guru menjelaskan topic pembelajaran yang akan dipraktikkan ke bengkel tentang cara mengidentifikasi keruskan sistem pendingin dan komponen-komponenya

2)        Guru menjelaskan topik pembelajaran yang akan dipraktikkan ke bengkel tentang cara perbaikan kerusakan sistem pendingin dan komponen-komponennya.

  1. Kegiatan Akhir ( 10 menit)

1)        Post test tentang materi pembelajaran

2)        Peserta didik memperhatikan penjelasan untuk pembahasan minggu depan

Pertemuan 6 :

  1. Kegiatan awal (20 menit).

1)        Mengabsensi siswa

2)        Merapikan dan memeriksa kebersihan kelas

3)        Peserta didik diingatkan tentang materi sebelumnya

4)        Pretest tentang materi pembelajaran

5)        Menyampaikan penjelasan topik dan manfaat kompetensi yang akan dipelajarai, guna mengkondisikan dan memotivasi peserta didik untuk belajar

  1. Kegiatan Inti (60 Menit)

1)        Guru menjelaskan dan mencatatkan materi tentang materi pembelajaran

2)        Guru menjelaskan dan mencatatkan materi tentang melaksanakan perbaikan pada sistem pendingin dan komponen-komponennya

3)        Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang kurang paham

  1. Kegiatan Akhir ( 10 menit)

1)        Post test tentang materi pembelajaran

2)        Test Praktik

3)        Uji Kompetensi / test mandiri

V.   Alat dan Bahan

  1. Modul/bahan referensi
  2. Soal teori
  3. Lembar kerja/job sheet
  4. Perangkat Pembelajaran

VI. Penilaian

  1. Test teori (tertulis) bentuk essay
  2. Tugas rumah (PR)
  3. Diskusi kelompok dan pelaporan
  4. Test praktik untuk melihat keterampilan dan sikap yang ditunjukkan saat melaksanakan praktik (uji kompetensi)

Beringin,    Juli 2010

Mengetahui

Ka. SMK JAYA KRAMA BERINGIN                                                                                          Guru Mata Pelajaran


Drs. Sariman, M.M Yareli ST. S.Pd

Calon Guru


Kardo Rajagukguk

NIM. 071255110047

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 November 2010 in Tak Berkategori

 

Mengembalikan Data Yang Hilang dengan Ontrack EasyRecovery Professional

Mengembalikan Data Yang Hilang dengan Ontrack EasyRecovery Professional

Apakah Anda pernah secara tidak sengaja menghapus file Anda, kemudian sudah           meng-empty recycle bin? Atau Anda telah mem-format hard disk tapi ingin data Anda  kembali? Atau data hilang / rusak karena virus? Atau karena komputer mati atau restart tiba-tiba? Ada cara untuk mengembalikan data yang hilang, yaitu dengan satu software yang sangat lengkap, yaitu Ontrack EasyRecovery Professional. Inilah cara-cara mengembalikan data Anda yang hilang .

Pertama Anda harus download dulu software tersebut, silakan klik di sini untuk download software Ontrack Easy Recovery Professional. Pilih External Mirror #1.

Jika data Anda yang hilang di drive C:, sebaiknya install di komputer atau sistem operasi lain. Jika data yang hilang di drive selain C:, Anda bisa menginstall software ini di mana saja di komputer yang sama, asalkan tidak berada salam satu drive dengan data yang hilang tadi.
Software ini menyediakan sebuah solusi yang sangat komplit sehubungan dengan data yang hilang atau urusan recovery data yang hilang karena:
  1. Virus.
  2. Sektor yang tidak terbaca
  3. Kesalahan aplikasi, system, atau shut down yang tidak normal.
  4. Kerusakan pada critical area.
  5. Ter-format
  6. Penyebab lain yang memungkinkan hilangnya data.
Software ini di-install pada Windows 98 SE, Me, 2000, or XP, dan dapat me-recover data untuk pada semua sistem windows. Software ini memiliki empat feature utama, yaitu:
  1. Disk Diagnostics, yaitu tool untuk mengecek kondisi hardisk Anda apakah masih bagus atau tidak.
  2. Data Recovery, yaitu tool untuk mengembalikan data / file karena terhapus, terformat, dan sebagainya.
  3. Email Repair, yaitu tool untuk mengembalikan data email Outlook Express yang terhapus atau rusak.
  4. File Repair, yaitu tool untuk memperbaiki data / file Microsoft Word, Excel, Access, PowerPoint, dan ZIP (winzip) file yang rusak karena virus atau sebab lain.
Mari kita lihat satu per satu fasilitas yang ada dalam software ini.
Tool yang ada dalam Disk Diagnostics ini adalah:
  • Data Advisor, untuk membuat disket recovery.
  • Drive Tests, untuk mengetes kondisi fisik dari hard disk (disk drive).
  • Jumper Viewer, untuk melihat posisi jumper pada hard disk.
  • Partition Tests, untuk mengecek kondisi partisi hardisk.
  • Size Manager, untuk melihat kapasitas hard disk
  • SMART Tests, digunakan untuk mengetes kondisi Self-Monitoring, Analysis and Reporting Technology pada suatu hardisk.

Tool-tool yang ada dalam Data Recovery ini adalah:
  • Advanced Recovery, untuk mencari data yang sudah tidak dapat di-recover dengan tool lain, yaitu karena ter-format, ter-partisi, virus, atau hal lain.
  • Deleted Recovery, untuk mencari data yang sudah dihapus. Ini adalah tool yang paling sering dipakai penulis.
  • Format Recovery, untuk mencari data pada hard disk yang sudah di-format.
  • Raw Recovery, untuk mencari file yang hilang berdasarkan signature.
  • Resume Recovery, semua proses recovery dapat dihentikan sementara dan dilanjutkan pada lain waktu.
  • Emergency Media, untuk membuat disket atau CD yang digunakan untuk me-recover data / file hilang.
3. Email Repair, digunakan untuk mengembalikan data email Outlook dan Outlook Express yang hilang.
4. File Repair, digunakan untuk mengembalikan file-file Microsoft Office dan ZIP yang rusak. Tool ini dapat memperbaiki file Microsoft Word, Excel, Access, PowerPoint, dan ZIP (winzip) file yang corrupt / rusak karena virus atau sebab lain.
Data atau file yang hilang lebih sulit di-recover jika:
  1. Anda menambahkan file baru setelah Anda menghapus atau memformat hard disk.
  2. Anda menggunakan FAT32 dalam Windows XP.
Demikian cara mengembalikan data yang hilang dengan software EasyRecovery Professional. Semoga data Anda bisa diselamatkan.

Penulis: Kardo Rajagukguk

Kardorajagukguk@yahoo.co.id

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Juni 2010 in Tak Berkategori

 

Proposal Kewirausahaan

PROPOSAL
KEWIRAUSAHAAN
( USAHA bubuk kopi mantap )

DISUSUN OLEH :

KARDO RAJAGUKGUK@YAHOO.CO.ID

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2009

1. Latar belakang
Agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah tidak hanya bekerja sendiri Tetapi juga membuka luas bagi pihak swasta untuk berpartisifasi memenuhi permintaan akan kebutuhan pokok masyarakat yang makin meningkat.
Usaha adalah sesuatu bentuk yang dapat menghasilkan uang dan dapat meningkatkan taraf hidup seseorang untuk lebih baik.suatu badan usaha yang kita jalankan dapat menghasilkan laba, atau pendapatan yang semaksimal mungkin, kita menyelenggarakan usaha yang bermanfaat dan menguntungkandalam kesejahteraan hidup. Selain itu, dalam menjalankan usaha harus mengikuti hokum-hukum ekonomi yang rasional serta norma-norma kebiasaan dalam dunia usaha sehingga dapat membantupembangunan yang sedang dilaksakan oleh pemerintah.
2. Tujuan usaha
Kopi merupakan salah satu jenis tanaman yang hidup di Indonesia.Tanaman tersebut tumbuh didataran tinggi dengan udara yang dingin seperti halnya didaerah tempat saya tinggal banyak terdapat jenis kopi yang tumbuh disana mulai dari arabika sampai tugusari.Kopi mempunyai manfaat bagi manusia diantaranya adalah sebagai minuman berkhasiat bagi tubuh kita,selain itu digunakan juga sebagai campuran membuat makanan ataupun kue.Untuk itu diperlukan sebuah pengolahan untuk menjadikan kopi bermanfaat.
Tujuan kami melakukan bisinis ini adalah sebagai upaya kami untuk belajar berwirausaha,untuk mendapatkan hasil keuntungan yang bermafaat bagi kelangsungan hidup,selain itu juga untuk membuka lapangan pekerjaan yang baru. Usaha ini bertujuan juga agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,karena dengan usaha ini kita dapat memberi pekerjaan kepada orang-orang yang memang membutuhkan pekerjaan.selain dari mencari laba,usaha ini dapat memupuk rasa suatu kebanggaan tersendiri dari masyarakat daerah sidikalang khususnya, karena diberi oleh tuhan sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

3. Gambaran umum usaha
Bisnis pembutan bubuk kopi ini meliputi dari proses pengglingan kopi ,mengoven kopi,penggilingan menjadi bubuk serta mengemas bubuk tersebut dalam kemasan.

A. Deskripsi produk
1.Desain
Dalam bisnis ini yang paling utama adalah bahan baku berupa kopi setelah itu kita siapkan tempat untuk mesin penggiling,oven dan penjemuran kopi.supaya produk ini berjalan terus maka kita harus melakukan penimbunan bahan baku karena pohon kopi tidak bisa berbuah secara terus menerus tetapi hanya dapat berbuah dalam jangka satu tahun sekali.
2.Teknologi
Teknologi yang digunakan adalah teknologi sederhana yang tepat guna.
3.Keunikan
Keunikan produk ini adalah dari segi rasa karena rasa adalah segalanya. Rasa dari produk ini berbeda dengan yang lain karena bubuk asli tanpa campuran sama sekali.
4.Daya saing
Untuk meningkatkan daya saing dipasaran maka kami akan menawarkan bubuk kopi asli ini dengan menyatakan bahwa bubuk kopi ini tidak mengandung campuran-campuran sama sekali seperti dicampur dengan beras atau jagung.
B. Analisa pasar
1.Segmen pasar
Segmen pasar yang kami tuju adalah semua elemen pasar .Pasar yang ingin dicapai merupakan pasar tingkat daerah mulai dari ekonomi menegah kebawah ataupun menengah keatas.produk ini juga harus mengikuti tren pasar saat ini dengan cara membuat kemasaan produk yang menarik pembeli

2.Harga
Harga produk ini bersaing dengan yang lainnya dengan harga Rp 24.000 per kg atau Rp 6.000 untuk ¼ kg
3.Strategi pemasaran
Strategi pemasaran dilakukan dengan mendistribusikan produk tersebut keberbagai daerah terutama daerah dengan suhu udara dingin karena minuman kopi sangat cocok didaerah tersebut.selian itu perlu dipasang sebuah iklan dimedia masa seperti Koran dan radio supaya produk ini dikenal banyak orang.
C.Promosi
Kita kan melakukan berbagai macam cara untuk mempromosikan produk ini mulai dari memasokan kepada agen-agen,membuka toko sendiri didekat pabrik,mengiklankanya melalui media masa Koran dan radio

F.Kepemilikan usaha :
Kepemilikan usaha ini dilakukan dengan cara partnership yaitu bekerjasama dengan pihak lain.cara ini dinilai yang paling tepat karena dari segi modal akan menjadi lebih ringgan dan juga dari segi pendistribusian lebih mudah sebab kita sudah mempunyai kerjsama dengan berbagai pihak.

G.Analisis tempat
1.Lokasi
Lokasi untuk pabrik pembuatan bubuk berada didaerah yang jauh dari pemukian karena pabrik akan menghasilkan kebisingan yang tinggi selain itu kami memilih tempat didaerah pedesaan karena disamping dekat dengan bahan baku,harga tanah disana cukup murah. Lokasi untuk usaha ini berada di jln.Sisingamangaraja No 112,desa tiga baru kecamatan pegagan hilir kabupaten dairi, dan kami beri nama “KOPI BUBUK MANTAP SIDIKALANG”
2.Fasilitas
a.Keyamanan dalam pelayanan
b.Pekerja yang professional

H.Alat ,Peralatan dan perlengkapan
1.Jenis Alat
a.Wadah
b.Gunting
c.Karung
d.Tempat sampah
e.Dan lain-lain
2.Peralatan
a.Mesin penggiling
b.Oven kopi
3.Perlengkapan
a.Sepatu boot
b.Sarung tangan
c.Masker

I.Rencana keuangan
1.Biaya langsung :
a.Gedung pabrik Rp 10.000.000
b.Mesin penggiling RP 2.500.000
c.Oven kopi Rp 2.000.000
d.Perlengkapan lain Rp 700.000 +Jumlah Rp 15.200.000

2.Biaya tak langsung perbulan :

a.Bahan baku kopi untuk 1000 kg @1000 X 10.000 RP 10.000.000
b.Bahan Tambah Rp 1.000.000
c.Kemasan produk Rp 500.000 +Jumlah Rp 11.500.000

Total pengeluaran = biaya langsung + biaya tak langsung
= Rp 15.200.000 + Rp 11.500.000
= Rp 26.700.000

3.Biaya operasional tiap bulan:
a.Bahan baku Rp 10.000.000
b.Bahan Tambah Rp 1.000.000
c.Kemasan produk Rp 500.000
d.Listrik Rp 200.000
e.Penyusutan Rp 500.000
f.Operasi penjualan Rp 500.000
g.Gaji pegawai Rp 1.200.000 (untuk 2 orang perbulan ) +Jumlah Rp 13.900.000
Catatan : 1 kg kopi menjadi 0,7 kg bubuk kopi
Berarti untuk 1000 kg kopi menghasilkan 700 kg bubuk

Harga jual dipasar Rp 24.000

Maka laba kotor : 700 X 24.000
: Rp 16.800.000

Laba bersih : laba kotor – biaya operasional
: Rp.16.800.000 – Rp.13.900.000
: Rp 2.900.000

4. Bisnis rasio
Modal : laba
Rp.26.700.000 : RP 2.900.000
9,2 : 1

Jadi labanya 10,8 % dari modal maka dalam jangka 1 tahun modal telah kembali
I. Pengolahan Kopi Cara Basah (Fully Washed)
Tahapan pengolahan kopi cara basah dapat dilihat pada skema berikut :
Panen Pilih -> Pengupasan kulit kopi HS -> Sortasi Biji Kering -> Pengeringan -> Pencucian -> Fermentasi -> Pengupasan kulit buah merah -> Sortasi Buah -> Pengemasan dan penyimpanan
1. Pengupasan Kulit Buah Kopi
Pengupasan kulit buah dilakukan dengan menggunakan alat dan mesin pengupas kulit buah (pulper). Pulper dapat dipilih dari bahan dasar yang terbuat dari kayu atau metal. Air dialirkan kedalam silinder bersamaan dengan buah yang akan dikupas. Sebaiknya buah kopi dipisahkan atas dasar ukuran sebelum dikupas.
a. Fermentasi Kopi
1. Fermentasi umumnya dilakukan untuk pengolahan kopi Arabika, bertujuan untuk meluruhkan lapisan lendir yang ada dipermukaan kulit tanduk biji kopi. Selain itu, fermentasi mengurangi rasa pahit dan mendorong terbentuknya kesan “mild” pada citarasa seduhan kopi arabika.
2. Fermentasi ini dapat dilakukan secara basah dengan merendam biji kopi dalam genangan air, atau fermentasi cara kering dengan cara menyimpan biji kopi HS basah di dalam wadah plastik yang bersih dengan lubang penutup dibagian bawah atau dengan menumpuk biji kopi HS di dalam bak semen dan ditutup dengan karung goni.
3. Agar fermentasi berlangsung merata, pembalikan dilakukan minimal satu kali dalam sehari.
4. Lama fermentasi bervariasi tergantung pada jenis kopi, suhu, dan kelembaban lingkungan serta ketebalan tumpukan kopi di dalam bak. Akhir fermentasi ditandai dengan meluruhnya lapisan lendir yang menyelimuti kulit tanduk. Waktu fermentasi berkisar antara 12 sampai 36 jam.
b. Pencucian
• Pencucian bertujuan menghilangkan sisa lendir hasil fermentasi yang menempel di kulit tanduk.
• Untuk kapasitas kecil, pencucian dikerjakan secara manual di dalam bak atau ember, sedangkan kapasitas besar perlu dibantu mesin.
c. Pengeringan
1. Pengeringan bertujuan mengurangi kandungan air biji kopi HS dari 60 – 65 % menjadi maksimum 12,5 %. Pada kadar air ini, biji kopi HS relatif aman
2. Dikemas dalam karung dan disimpan dalam gudang pada kondisi lingkungan tropis.
3. Pengeringan dilakukan dengan cara penjemuran, mekanis, dan kombinasi keduanya.
4. Penjemuran merupakan cara yang paling mudah dan murah untuk pengeringan biji kopi. Penjemuran dapat dilakukan di atas para-para atau lantai jemur. Profil lantai jemur dibuat miring lebih kurang 5 – 7 o dengan sudut pertemuan di bagian tengah lantai.
5. Ketebalan hamparan biji kopi HS dalam penjemuran sebaiknya 6 – 10 cm lapisan biji. Pembalikan dilakukan setiap jam pada waktu kopi masih basah. Pada areal kopi Arabika, yang umumnya didataran tinggi, untuk mencapai kadar air 15 -17 %, waktu penjemuran dapat berlangsung 2 – 3 minggu.
6. Pengeringan mekanis dapat dilakukan jika cuaca tidak memungkinkan untuk melakukan penjemuran. Pengeringan dengan cara ini sebaiknya dilakukan secara berkelompok karena membutuhkan peralatan dan investasi yang cukup besar dan tenaga pelaksana yang terlatih. Dengan mengoperasikan pengering mekanis secara terus menerus siang dan malam dengan suhu 45 – 500 C, dibutuhkan waktu 72 jam untuk mencapai kadar air 12,5 %. Penggunaan suhu tinggi di atas 600 C untuk pengeringan kopi Arabika harus dihindari karena dapat merusak citarasanya. Sedangkan untuk kopi Robusta, biasanya diawali dengan suhu lebih tinggi, yaitu sampai 90 – 1000C dengan waktu 20 – 24 jam untuk mencapai kadar air maksimum 12,5 %, (pemanasan yang lebih singkat), karena jika terlalu lama maka warna permukaan biji kopi cenderung menjadi kecoklatan Untuk kopi Robusta dibutuhkan waktu 20-24 jam untuk mencapai kadar air 12,5 %.
7. Proses pengeringan kombinasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah penjemuran untuk menurunkan kadar air biji kopi sampai 20 – 25 %, dilanjutkan dengan tahap kedua, yaitu dengan menggunakan mesin pengering. Apabila biji kopi sudah dijemur terlebih dahulu hingga mencapai kadar air 20 – 25 %, maka untuk mencapai kadar air 12,5% diperlukan waktu pengeringan dengan mesin pengering selama 24 – 36 jam dengan suhu 45-50 0C.
d. Pengupasan kulit kopi HS
Pengupasan dimaksudkan untuk memisahkan biji kopi dari kulit tanduk yang menghasilkan biji kopi beras. Pengupasan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pengupas (huller). Sebelum dimasukkan ke mesin pengupas (huller), biji kopi hasil pengeringan didinginkan terlebih dahulu (tempering) selama minimum 24 jam.
2. Pengolahan Kopi Cara Semi Basah (Semi Washed Process)
Pengolahan secara semi basah saat ini banyak diterapkan oleh petani kopi arabika di NAD, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Cara pengolahan tersebut menghasilkan kopi dengan citarasa yang sangat khas, dan berbeda dengan kopi yang diolah secaara basah penuh (WP). Ciri khas kopi yang diolah secara semi-basah ini adalah berwarna gelap dengan fisik kopi agak melengkung. Kopi Arabika cara semi-basah biasanya memiliki tingkat keasaman lebih rendah dengan body lebih kuat dibanding dengan kopi olah basah penuh.
Proses cara semi-basah juga dapat diterapkan untuk kopi Robusta. Secara umum kopi yang diolah secara semi-basah mutunya sangat baik. Proses pengolahan secara semi-basah lebih singkat dibandingkan dengan pengolahan secara basah penuh. Untuk dapat menghasilkan biji kopi hasil olah semi-basah yang baik, maka harus mengikuti prosedur pengolahan yang tepat, yaitu seperti pada gambar berikut :
Panen Pilih -> Sortasi Buah -> Pengupasan kulit buah merah -> Fermentasi + pencucian lendir -> Penjemuran 1-2 hari, KA ± 40 % -> Pengupasan kulit cangkang -> Penjemuran biji sampai KA 11 – 13 % -> Sortasi dan pengemasan -> Penyimpanan dan penggudangan
a. Pengupasan kulit buah
1. Proses pengupasan kulit buah (pulp) sama dengan pada cara basah-penuh. Untuk dapat dikupas dengan baik, buah kopi harus tepat masak (merah) dan dilakukan sortasi buah sebelum dikupas, yaitu secara manual dan menggunakan air untuk memisahkan buah yang diserang hama.
2. Pengupasan dapan menggunakan pulper dari kayu atau metal. Jarak silinder dengan silinder pengupas perlu diatur agar diperoleh hasil kupasan yang baik (utuh, campuran kulit minuman) beberapa tipe pulper memerlukan air untuk membantu proses pengupasan
3. Biji HS dibersihkan dari kotoran kulit dan lainnya sebelum difermentasi.

b. Fermentasi dan Pencucian
1. Untuk memudahkan proses pencucian, biji kopi HS perlu difermentasi selama semalam atau lebih. Apabila digunakan alat-mesin pencuci lendir, proses fermentasi dapat dilalui.
2. Proses fermentasi dilakukan secara kering dalam wadah karung plastik atau tempat dari plastik yang bersih.
3. Setelah difermentasi semalam kopi HS dicuci secara manual atau menggunakan mesin pencuci (washer).
c. Pengeringan awal
• Pengeringan awal dimaksudkan untuk mencapai kondisi tingkat kekeringan tertentu dari bagian kulit tanduk/cangkang agar mudah dikupas walaupun kondisi biji masih relatif basah.
• Proses pengeringan dapat dilakukan dengan penjemuran selama 1-2 hari sampai kadar air mencapai sekitar ± 40 %, dengan tebal lapisan kopi kurang dari 3 cm (biasanya hanya satu lapis) dengan alas dari terpal atau lantai semen.
• Biji kopi dibalik-balik setiap ± 1 jam agar tingkat kekeringannya seragam.
• Jaga kebersihan kopi selama pengeringan.
d. Pengupasan kulit tanduk/cangkang
Pengupasan kulit tanduk/cangkang pada kondisi biji kopi masih relatif basah dapat dilakukan dengan menggunakan huller yang didisain khusus untuk proses tersebut. Agar kulit dapat dikupas maka kondisi kulit harus cukup kering walaupun kondisi biji yang ada didalamnya masih basah:
1. Pastikan kondisi huller bersih, berfungsi normal dan bebas dari bahan-bahan yang dapat mengkonyimasi kopi sebelum digunakan
2. Lakukan pengupasan sesaat setelah pengeringan/penjemuran awal kopi HS. Apabila sudah bermalam sebelum dikupas kopi HS harus dijemur lagi sesaat sampai kulip cukup kering kembali
3. Atur aturan huller dan aliran bahan kopi agar diperoleh proses pengupasan yang optimum. Sejumlah tertentu porsi kulit masih terikut bersama biji kopi labu yang keluar dari lubang keluaran biji. Hal tersebut tidak begitu masalah, karna porsi kulit tersebut mudah dipisahkan dengan tiupan udara (aspirasi) setalah kopi dikeringkan
4. Biji kopi labu yang keluar harus segera dikeringkan, hindari penyimpanan biji kopi yang masih basah karena akan terserang jamur yang dapat merusak biji kopi baik secara fisik atau citarasa, serta dapat terkontiminasi oleh mikotoksin (okhtratoksin A, aflatoksin dll)
5. Bersihkan huller setelah digunakan, agar sisa-sisa kopi dan kulit yang masih basah tidak tertinggal dan berjamur di dalam mesin.
e. Pengeringan biji kopi labu
1. Keringkan biji kopi labu hasil pengupasan dengan penjemuran atau menggunakan mesin pengering mekanis
2. Aturan tebal hamparan biji kopi kurang dari 5 cm, gunakan alas pelastik atau terpal atau latai semen. Hindari penjemuran langsung diatas permukaan tanah.
3. Balik-balik massa kopi agar proses pengeringan seragam dan lebih cepat.
4. Tuntaskan proses pengeringan sampai dicapai kadar air biji 11-12% biasanya diperlukan waktu 3-5 hari dalam kondisi normal
5. Hindari penyimpanan biji kopi yang belum kering dalam waktu yang lebih dari 12 jam, karena akan rusak akibat dari serangan jamur.
F. Sortasi Kopi Beras
• Sortasi dilakukan untuk memisahkan biji kopi dari kotoran-kotoran non kopi seperti serpihan daun, kayu atau kulit kopi.
• Biji kopi beras juga harus disortasi secara fisik atas dasar ukuran dan cacat biji. Sortasi ukuran dapat dilakukan dengan ayakan mekanis maupun dengan manual.
• Pisahkan biji-biji kopi cacat agar diperoleh massa biji dengan nilai cacat sesuai dengan ketentuan SNI 01-2907-1999
G. Pengemasan dan Penggudangan
1. Kemas biji kopi dengan menggunakan karung yang bersih dan baik, serta diberi label sesuai dengan ketentuan SNI 01-2907-1999. Simpan tumpukan kopi dalam gudang yang bersih, bebas dari bau asing dan kontaminasi lainnya
2. Karung diberi label yang menunjukkan jenis mutu dan identitas produsen. Cat untuk label menggunakan pelarut non minyak.
3. Gunakan karung yang bersih dan jauhkan dari bau-bau asing
4. Atur tumpukan karung kopi diatas landasan kayu dan beri batas dengan dinding
5. Monitor kondisi biji selama disimpan terhadap kondisi kadar airnya, keamanan terhadap organisme gangguan (tikus, serangga, jamur, dll) dan faktor-faktor lain yang dapat merusak kopi
6. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penggudangan adalah: kadar air, kelembaban relatif dan kebersihan gudang.
7. Kelembaban ruangan gudang sebaiknya 70 %.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Juni 2010 in Tak Berkategori

 

proposal kewirausahaan

BAB I
 PENDAHULUAN
  1. A. Latar Belakang Masalah

Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta,tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas, hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon tenaga kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca peluang serta pandai memanfaatkannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja.

Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu pemeliharaan burung puyuh, karena banyak orang yang membutuhkannya. Sebahagian masyarakat pedesaan mengenal puyuh sebagai burung yang banyak bertebaran di ladang dan di persawahan. Burung kecil yang enggan terbang ini, sering dijadikan buruan sebagai tambahan protein hewani yang murah. Berbeda dengan masyarakat di pedesaan, masyarakat perkotaan jarang mengenal burung puyuh. Kebanyakan dari mereka hanya mengenal telur puyuh yang dijajakan sebagai cemilan atau untuk campuran susu. Telur puyuh juga banyak dikenal dimasyarakat karena banyak dijual oleh pedagang asongan di bus, terminal, warung,  dan perempatan lampu merah di kota. Sebagai contoh di wilayah Kotamadya Tebing Tinggi dan sekitarnya banyak telur puyuh, daging puyuh goreng yang telah dijual oleh pedagang.

Puyuh sebagai salah satu ternak unggas, cocok diusahakan sebagai usaha sambilan maupun komersial sebab, telur dan dagingnya semakin popular dan dibutuhkan sebagai salah satu sumber protein hewani yang cukup penting.

Dewasa ini banyak penggemar jamu tradisional memilih telur puyuh untuk campuran jamu. Para ibu menggunakan telur dan daging puyuh dalam menu makanan keluarga mereka, terutama untuk balita dan anak dalam masa pertumbuhan. Namun, tidak sedikit pula orang dewasa membiasakan diri mengkonsumsi daging dan telur puyuh sebagai usaha menjaga kesehatan tubuh. Hal ini mendorong beternak puyuh semangkin popular dan banyak penggemarnya. Demikian pula penulis, tertarik untuk merencanakan wirausaha beternak puyuh yang akan diwujudkan nantinya.

  1. B. Perumusan Masalah

Prospek Usaha beternak burung puyuh di Tebing Tinggi masih mempunyai peluang yang cukup besar, dilihat dari tingkat pemanfaatan potensi pemeliharaan serta kemungkinannya dikirim ke luar daerah. Tetapi, usaha beternak puyuh belum sepenuhnya memenuhi standar beternak puyuh yang tepat.

Bila dilihat dari nilai ekonomisnya, yaitu apabila diperoleh anak burung puyuh yang sehat, maka dalam proses pemeliharaannya akan lebih mudah, sehingga apabila burung puyuh tersebut sudah besar maka dapat dijual dengan harga yang tinggi dan akan berpengaruh dalam pendapatan usaha beternak burung puyuh tersebut. Oleh karena itu kualitas anak burung puyuh sangat menentukan untuk mendapat tujuan yang diharapkan.

  1. C. Tujuan Program

Tujuan dari  kegiatan wirausaha beternak puyuh ini, adalah:

v  Dapat melakukan wirausaha beternak  burung puyuh dengan baik dan   memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat, seperti

a)      Dapat memenuhi pasokan telur dan daging burung puyuh sesuai dengan kebutuhan.

b)      Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya

c)      Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.

d)     Dapat menjalankan kelangsungan usaha semestinya dan mengembangkannya.

e)      Dengan usaha ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan menambah pendapatan penulis.

BAB II

RENCANA WIRAUSAHA BETERNAK BURUNG PUYUH

A. LOKASI WIRAUSAHA BETERNAK PUYUH

Lokasi wirausaha yang akan dibangun adalah :

Tempat            : Di Desa Sidiangkat

(Sidikalang)

Areal               : Ladang  milik penulis.

Alasan             : Tempatnya begitu nyaman untuk usaha beternak puyuh dan tidak                        mengganggu lingkungan pemukiman masyarakat setempat. Selain                        itu, transportasi juga lancar, jadi mempermudah pemasaran produk                        kepada pelanggan

B. Jadwal Kegiatan program

Wirausaha beternak burung puyuh akan dilaksanakan pada tahun 2012 mendatang. Dengan berbagai pertimbangangan yang berkaitan langsung dengan penulis.

C. Metode Pelaksanaan Program

Berdasarkan pada tujuan yang ingin dicapai, maka dalam kegiatan ini dibutuhkan tahapan-tahapan penyelesaian pada usaha kecil, sasaran secara operasional adalah sebagai berikut :

A.    Penyiapan Sarana dan Peralatan
1.Perkandangan
         Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur  kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.
         Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur.
 

Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh, adalah:

  1. Kandang untuk induk pembibitan

Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 m2

  1. Kandang untuk induk petelur

Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.

  1. Kandang untuk anak puyuh/umur stater (kandang indukan)

Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).

  1. Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari minggu)

Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk

petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.

  1. Peralatan

         Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur, lampu dan  tempat obat-obatan.
 
B.     . Penyiapan Bibit

Yang perlu sebelum memulai usaha beternak puyuh, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan.

Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:

a. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang            sehat atau bebas dari kerier penyakit.

b. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur               afkiran.

c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.

 
C.    Pemeliharaan
      1) Sanitasi dan Tindakan Preventif
         Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan          lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini          mungkin.
      2) Pengontrolan Penyakit
        Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.
      3) Pemberian Pakan
         Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil mematuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk- matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyu remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.
      4) Pemberian Vaksinasi dan Obat

Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.

D.    Pengangkutan
Setiap pembelian dan penjualan ternak burung puyuh menggunakan jasa pengabkutan milik usaha. Hal ini, dilakukan untuk mempercepat proses pengangkutan dan menghindari berbagai macam kendala lainnya. Direncanakan alat pengangkutan untuk wirausaha beternak puyuh adalah sepeda motor dan mobil. Sepeda motor untuk pengangkutan produk dalam jumlah yang sedikit, sedangkan mobil untuk jumlah yang banyak dan lokasi yang cukup jauh.
E.     Usaha Bersaing
Usaha yang direncanakan oleh penulis untuk dapat bersaing dengan wirausaha beternak puyuh yang lain adalah dengan meningkatkan pelayan terhadap para konsuman. Diantaranya dengan memberikan bonus pembelian burung puyuh pada konsumen berupa barang maupun jasa, memberikan bingkisan Hari Raya dan Tahun Baru pada pelanggan atau patner wirausaha sebagai wujud terimakasih terhadap kepercayaannya, dan laian - lain.

F.  Luaran yang Diharapkan

Setelah kegiatan ini dilaksanakan diharapkan akan diperoleh suatu hasil produksi  yang lebih bagus dari usaha tersebut dimana konsumen puas dengan produk yang ditawarkan. Masyarakat lebih mengenal dan dapat memberdayakan manfaat burung puyuh,  karena dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan dapat meningkatkan produksi beternak puyuh ke arah yang lebih maju.

Dari segi pemanfaatan, usaha ini dapat menambah wawasan dari masyarakat dan mahasiswa, bahwa pemeliharaan burung puyuh dengan baik dan teliti dapat meningkatkan pendapatan usaha kecil – kecilan, yang selanjutnya usaha ini dapat mengurangi angka penganguran  di Indonesia karena  banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.

A.    ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

Untuk dapat menjalankan kegiatan wirausaha beternak puyuh ini diperlukan biaya atau sejumlah taksasi dana (modal). Setelah melihat langkah-langkah dalam konsep dasar berusaha dan memperkirakan sejumlah taksasi dana yang akan diperlukan, maka wirausaha beternak puyuh dapat dimulai dengan kalkulasi anggaran biaya sebagai berikut :

1) Investasi Sarana

Ø  Kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m

(1 jalur + tempat makan dan minum)              Rp.    2.320.000

  • Kandang besar                                                Rp.    1.450.000,-
  • Alat/perlengkapan kandang                           Rp     1.000.000,-

_____________________________________________________________+

Total Biaya Sarana                                      Rp.    4.770.000,-


2) Biaya Operasional

  • Bibit puyuh umur 1 bulan 2000 ekor                          : Rp.  2.000.000,-
  • Pakan 100 kg per hari x 150 hari x Rp 1500 / kg        : Rp 22.500.000,-
  • Obat dan vaksin                                                          : Rp.  3.500.000,-
  • Listrik x 12 bulan                                                        : Rp.     500.000,-
  • Biaya pengangkutan + perawatan                               : Rp   5.000.000,-
  • Gaji Karyawan @R 1.500.000,-  x 12bulan               : Rp 18.000.000,-

+

Total Biaya Operasional Rp 50.500.000,-

.3) Biaya Penjualan
Ø  Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 300,-              Rp.  80.320.500,-
Ø  Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 1000,-                   Rp.    1.615.000,-
Ø  Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 1000,-                       Rp.         71.000,-
Ø  Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 1000,-          Rp.       214.000,-
____________________________________________________________+
        Total Biaya Penjualan                                             Rp  82.211.500,-
 
 
4) Keuntungan Usaha
Ø Pemasukan  per tahun                                        Rp  82.211.500,-
Ø Pengeluaran per tahun                                        Rp  55.270.000,-
__________________________________________________________-
               Total Keuntungan per tahun                           Rp  26.941.500,-

BAB III

PENUTUP

Penulis berharap tulisan proposal ini dapat diwujudkan nantinya serta dapat memberikan manfaat bagi pembaca lainnya guna menambah pengetahuan tentang beternak burung puyuh.

Penulis juga mengakui banyak kekurangan dalam pembuatan proposal ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan masukan dari pembaca, guna unutuk perbaikan ke depan.

Penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak yang mengajarkan Kewirausahaan, karena telah membantu mahasiswa untuk memiliki atau memikirkan suatu prospek usaha ke depan yang mampu diciptakan mahasiswa itu sendiri serta teman-teman yang telah membantu penulis dalam membuat proposal ini.

DAFTAR PUSTAKA
 

1) Beternak burung puyuh, 1981. Nugroho, Drh. Mayen 1 bk. Dosen umum            Ternak Unggas Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan,            Universitas Udayana.

2) Puyuh, Tatalaksana Budidaya secara komersil, 1992. Elly Listyowati,            Ir. Kinanti Rospitasari, Penebar Swadaya, Jakarta.

3) Memelihara burung puyuh, 1985. Muhammad Rasyaf, Ir. Penerbit Kanisius             (Anggota KAPPI), Yogyakarta.

4)   Beternak burung puyuh dan Pemeliharaan secara komersil, tahun             1985. Wahyuning Dyah Evitadewi dkk. Penerbit Aneka Ilmu Semarang

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Mei 2010 in Tak Berkategori

 

Proposal Kewirausahaan

Latar Belakang Pembuatan produk

Sehubungan dengan pesatnya perkembangan teknologi yang memungkinkan bahwa computer/laptop bukan lagi barang yang langka. Komputer menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Banyaknya permintaan akan komputer dan laptop membuat toko komputer kewalahan menyediakan jenis laptop yang sesuai dengan keinginan konsumen. Semakin banyaknya pemakai laptop dan komputer maka tingkat permintaan software terbaru juga semakin meningkat.

Sehubungan dengan hal diatas maka kami merencanakan usaha membuat software yang berguna dan yang paling diperlukan setelah selesai melakukan instalasi ulang pada komputer/ laptop. Sehingga dapat memenuhi permintaan konsumen.

Tujuan pembuatan produk

Adapun tujuan dalam pembuatan software ini adalah sebagai berikut :

  1. Membantu para pengguna laptop dan komputer
  2. Mendapatkan keuntungan dari penjualan produk.
  3. Menambah keterampilan dalam berwirausaha.

Produk yang akan dibuat

Adapun produk yang akan kami buat adalah sebuah Software computer/laptop yang nantinya sangat diperlukan setelah para pengguna komputer/ laptop melakukan instalasi ulang.

Alat dan bahan

Alat-alat yang digunakan:

  1. Komputer / Laptop
  2. Printer

Bahan :

  1. CD/DVD kosong
  2. Plastik Tissue tempat CD/VCD
  3. Software komputer/ laptop
  4. Kertas Print
  5. Tinta Print

Proses pembuatan software komputer/ laptop :

  1. Siapkan semua bahan di atas dan alat-alat yang diperlukan
  2. Kemudian mulailah dengan mengumpulkan jenis-jenis software yang akan di burning ke dalam CD/DVD
  3. Setelah selesai langkah diatas maka untuk membakar ke CD/DVD gunakan NERO Burning atau Ashampoo.
  4. Pastikan bahwa software yang sudah diburning telah masuk kedalam CD/DVD dengan cara memasukkan kembali CD/DVD yang sudah diburning ke dalam CD/DVD Room.
  5. Selanjutnya perencanaan pembuatan cover Software, Gunakanlah Adobe Photoshop untuk mengedit cover yang akan ditampilkan di dalam plastik tissue software
  6. Pilihlah gambar-gambar yang sesuai dengan isi di dalam software dan buatlah dengan menarik.
  7. Kemudian buatlah keterangan jenis- jenis software yang akan ditampilkan pada cover bagian belakang.
  8. Sesuaikan ukuran gambar-gambar dengan ukuran plastik tissue tempat CD/DVD
  9. Setelah semua gambar selesai di edit, cetaklah gambar dengan menggunakan Printer, pastikan semua gambar tidak dalam keadaan cacat atau rusak.
  10. Setelah dicetak, potonglah kertas yang sudah berisi gambar-gambar software sesuai ukuran plastik tissue

Isi yang terkandung dalam produk

  1. Mozzila Firefox Bahasa Indonesia
  2. Nero Burning Versi 6.0
  3. Adobe Photoshop 7.0
  4. Antivirus Avira 2009
  5. Video 3GP converter
  6. Your Uninstaller 2008 versi 6.3
  7. Opera Versi 10.10
  8. Safari 3.5
  9. Adobe Reader 9.3
  10. Winamp 5.72
  11. Real Player SP
  12. Winrar
  13. Yahoo Massenger 10.0
  14. MIRC
  15. Google Chrome
  16. Rocket Dock
  17. Cyberlink Power DVD 8
  18. Microsoft Office 2010
  19. Kumpulan Thema desktop 2010
  20. Autocad 2007
  21. Software untuk memperindah tampilan desktop
  22. Picasa 3.0

GAMBAR PRODUK

Keunggulan produk

Keunggulan produk ini sendiri adalah :

  1. Software-software yang tersedia di dalam CD/DVD ini adalah yang paling up to date atau yang paling baru.
  2. Dalam melakukan penginstalan software ini tidak begitu sulit karena sudah dilengkapi dengan petunjuk
  3. Software-software yang tersedia didalam CD/DVD ini sudah lengkap dan dijamin dapat membuat para konsumen puas
  4. Software-software yang tersedia didalam CD/DVD ini adalah software yang paling banyak dicari para konsumen dan paling laris
  5. Harga software ini juga relatif murah

Harapan kedepan :

  1. Semoga pembuatan software ini dapat berkelanjutan dan semakin berkembang.
  2. Terbentuknya mahasiswa mandiri dalam berwirausaha software komputer / laptop
  3. Setelah berkembangnya pembuatan software, diharapkan memiliki izin hak paten memproduksi maupun pemasaran.

Taksasi dana dalam pembuatan software :

  1. CD kosong                  = Rp    2.000/keping
  2. DVD Kosong              = Rp    5.000/keping
  3. Plastik tissue               = Rp     6000/ bungkus (1 bungkus isi nya 50 lbr)
  4. Kertas Print                 = Rp  24.000/ rim
  5. Tinta Print                   = Rp. 22.000/ kotak

Biaya untuk pembuatan 1 buah software komputer/ laptop untuk CD :

  1. CD kosong                        = Rp 2.000/ keping
  2. Plastik tissue                     = Rp.   100/ lembar
  3. Kertas Print                       = Rp.   100/ lembar
  4. Print warna                        = Rp. 1000/ lembar       +

Jumlah                               = Rp. 3200 / keping

Biaya untuk pembuatan 1 buah software komputer/ laptop untuk DVD :

  1. DVD kosong                     = Rp 5.000/ keping
  2. Plastik tissue                     = Rp.   100/ lembar
  3. Kertas Print                       = Rp.   100/ lembar
  4. Print warna                        = Rp. 1000/ lembar       +

Jumlah                               = Rp. 5.200 / keeping

Harga penjualan per keping Software CD                  : Rp 8.000/ keeping

Harga Penjualan Per keeping Software DVD                        : Rp 15.000/ keping

Keuntungan Penjualan Software CD = Harga Penjualan – Biaya Pembuatan

= Rp.8.000 – Rp.3.200

= Rp. 4.800,-

Atau dengan kata lain keuntungan 150 %

Keuntungan Penjualan Software DVD    = Harga Penjualan – Biaya Pembuatan

= Rp.15.000 – Rp.5.200

= Rp. 9.800,-

Atau dengan kata lain keuntungan 188 %

Cara pemasaran :

  1. Melakukan promosi barang dengan harga yang relatif murah.
  2. Dijual melalui teman keteman sekitar.
  3. Mengunjungi tempat-tempat penjualan software komputer/laptop

Penutup

Dengan adanya pembuatan software ini, kami mengharapkan pengguna computer dan laptop bisa merasakan kepuasan ketika memakai produk ini.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Mei 2010 in Tak Berkategori