RSS

Mekanika Fluida

25 Nov

PENJELASAN TENTANG TENAGA PANCARAN FLUIDA

KARDO RAJAGUKGUK          (071255110047)

FAKUTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2009

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena kami masih diberi nikmat kesehatan hingga dapat menyusun tugas makalah ini sebagaimana mestinya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada bapak Dosen yang telah membimbing kami dalam mengerjakan tugas ini.

Di dalam penyusunan makalah ini kami banyak mendapatkan informasi. Pada makalah ini, kami tim penyusun ingin membantu para pembaca agar dapat mengerti penjelasan tentang Tenaga Pancaran Fluida.

Kami menyadari banyak kelemahan dalam makalah ini, untuk itu kami sangat berterima kasih apabila ada pembaca yang dapat memberi saran kepada kami yang bertujuan untuk perbaikan makalah ini. Atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.

Hormat kami

Tim Penyusun

TENAGA PANCARAN FLUIDA

SEMPROTAN

Persamaan Bernoulli diterapkan pada prinsip semprotan obat pembasmi nyamuk yang cair

Perhatikan skema berikut ini :

Obat nyamuk cair mula-mula diam sehingga V1 = 0, sedangkan udara bergerak dengan kecepatan V2 karena didorong oleh pengisap. Tekanan P1 sama dengan P2 yaitu tekanan udara luar. Sehingga persamaan Bernoulli menjadi :

p1 + ½ r v12 + r g h1          =                   p2 + ½ r v22 + r g h2

0 + r g h1 =                   ½ r v22 + r g h2

g h1 =                   ½  v22 +  g h2

g (h1 –  h2)                          =                   ½  v22

g  h                                    =                   ½  v22

Cairan obat nyamuk naik setinggi h dan akan tersemprot oleh pengaruh kecepatan v2.

Bagaimana cara kerja alat penyemprot  nyamuk / parfum ?

Cara kerja alat penyemprot nyamuk / parfum adalah :

Jika gagang pengisap (T) ditekan maka udara keluar dari tabung melalui ujung pipa kecil A dengan cepat, karena kecepatannya tinggi maka tekanan di A kecil, sehingga cairan insektisida di B terisap naik lalu ikut tersemprotkan keluar.

WATER JET PROPULSION SYSTEM

Kapal  water  jet  merupakan  kapal  yang  dalam  pengoperasiannya menggunakan  sistem  semburan  air  sebagai  media  pendorongnya, sehingga  kapal  dapat  bergerak  sesuai  dengan  kecepatan kapal  yang diinginkan. Kapal yang menggunakan sistem propulsi water jet memiliki dua ruang lingkup sistem, yang terdiri dari sistem lambung kapal yang polos   (bare hull system)  dan  sistem  water  jet   (water jet system).

Sistem water  jet, umumnya terdiri  dari
sistem pompa (pump system) dan sistem saluran (ducting system). Sistem
pompa berfungsi  untuk  mengubah  tenaga  mekanik  menjadi  tenaga
hidrolis.  Sedangkan  sistem  saluran  berfungsi  untuk  mengarahkan  laju
aliran  dari  lingkungan  ke  pompa dan dari pompa untuk kembali ke
lingkungan.

Keberadaan sistem pompa (water jet pump) pada sistem propulsi water jet sama halnya dengan keberadaan motor pendorong pokok pada kapal kapal lainnya.  Akan tetapi  bedanya pada sistem ini masih harus ada penggerak utama yang digunakan untuk menggerakkan pompa water jet, dapat berupa mesin diesel, turbin gas, motor listrik dan yang lainnya sejauh masih memungkinkan untuk digunakan.

Sistem water jet memiliki komponen  – komponen utama yang sangat menentukan kinerjanya, yang dalam pemilihannya sebagai suatu sistem propulsi lebih rumit dan kompleks jika dibandingkan dengan pemilihan baling –  baling (propeller).  Komponen  – komponen tersebut meliputi mesin penggerak dan sistem transmisinya, pompa, thrust nossel yang dilengkapi dengan deflektor, thrust vectoring dan mekanisme pembalik, diffuser, ducting dan inlet (intake).

Dalam prosesnya, air dari lingkungan akan dihisap melalui intake sebagai lubang  pemasukan di dasar  kapal,  kemudian  laju  aliran  fluida  yang terhisap  akan dipercepat oleh aktuator yang biasanya berupa pompa mekanis  dan  selanjutnya  fluida  disemburkan  ke  lingkungan  kembali malalui nossel sebagai lubang pengeluaran yang terletak persis di atas permukaan air. Semburan air yang keluar melalui nossel  diatur  oleh deflektor untuk mengatur pergerakan maju atau mundurnya kapal sesuai dengan yang diinginkan

Secara  garis  besar  sistem  umum  water  jet  dapat  ditunjukkan  seperti gambar dibawah ini.

Gambar 1 – Sistem Propulsi Water Jet

Laju aliran air yang tersembur melalui lubang nossel akan menghasilkan
gaya dorong (thrust), hal ini dikarenakan adanya kenaikan kecepatan
aliran  yang  masuk  melalui  saluran  untuk  kemudian  menyebabkan
terjadinya perbedaan momentum, sehingga dapat membuat kapal dapat
bergerak.  Perhatian  yang  utama  dari  sistem  water  jet  adalah
keseimbangan antara gaya dorong yang dibutuhkan untuk mendorong
kapal  sehingga  dapat  bergerak  maju  sesuai  dengan  kecepatan  yang
direncanakan dengan gaya dorong sesungguhnya yang diberikan oleh
sistem water jet.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 November 2009 in 1

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: